s.id

Dari Password sampai Passkey: Bagaimana Cara Melindungi Akun Digital?

by Admin

Coba bayangkan semua aktivitas digital yang kamu lakukan dalam satu hari. Mulai dari membuka email, media sosial, menyimpan foto, berbelanja, hingga mengakses layanan keuangan.

Hampir semuanya membutuhkan satu hal: akun digital.

Masalahnya, semakin banyak akun yang kita miliki, semakin besar pula risiko keamanannya. Satu password yang mudah ditebak atau digunakan berulang kali bisa menjadi celah bagi orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil alih akun.

Karena itu, menjaga keamanan akun digital bukan lagi sekadar pilihan. Ini sudah menjadi bagian dari kebiasaan digital sehari-hari.

Lalu, bagaimana cara melindungi akun digital dengan lebih baik? Dan apakah password masih cukup untuk menghadapi ancaman keamanan saat ini?

Password: Lapisan Pertahanan Pertama

Password masih menjadi salah satu metode autentikasi yang paling banyak digunakan.

Namun, masalahnya bukan pada password itu sendiri. Masalah muncul ketika kita menggunakan password yang terlalu sederhana atau menggunakannya di banyak akun.

Misalnya:

  • Nama sendiri
  • Tanggal lahir
  • Nama pasangan
  • Nomor telepon
  • 123456
  • password123

Password seperti ini relatif mudah ditebak, terutama ketika informasi pribadi seseorang tersedia di internet atau media sosial.

Lebih berbahaya lagi jika satu password digunakan untuk beberapa akun.

Bayangkan satu akun berhasil diretas. Jika password yang sama digunakan untuk email, media sosial, dan akun lainnya, penyerang bisa mencoba menggunakan kredensial tersebut di berbagai layanan.

Satu password yang bocor bisa berubah menjadi masalah di banyak akun.

Gunakan Password yang Unik dan Sulit Ditebak

Cara sederhana untuk meningkatkan keamanan adalah menggunakan password yang unik untuk setiap akun.

Password yang kuat sebaiknya tidak mudah dikaitkan dengan informasi pribadi.

Daripada menggunakan:

NamaSaya123

lebih baik menggunakan kombinasi karakter yang panjang dan sulit ditebak.

Namun, ada satu masalah:

Bagaimana mengingat password yang berbeda untuk puluhan akun?

Di sinilah password manager dapat membantu.

Password manager memungkinkan pengguna menyimpan berbagai password secara aman sehingga tidak perlu menghafal semuanya satu per satu.

Dengan begitu, setiap akun dapat memiliki password yang berbeda tanpa membuat pengguna kewalahan.

Aktifkan Multi-Factor Authentication

Password saja terkadang belum cukup.

Karena itu, banyak layanan menyediakan Multi-Factor Authentication (MFA) atau autentikasi multifaktor.

Dengan MFA, pengguna harus melewati lebih dari satu lapisan verifikasi untuk masuk ke akun.

Misalnya:

Password + kode verifikasi

atau

Password + aplikasi autentikasi

atau

Password + perangkat terpercaya

Jadi, meskipun seseorang berhasil mengetahui password, mereka masih membutuhkan faktor autentikasi lainnya untuk mendapatkan akses.

Semakin penting sebuah akun, semakin penting pula memiliki lapisan keamanan tambahan.

Ancaman terhadap akun digital tidak selalu datang dari password yang lemah.

Salah satu metode yang sering digunakan untuk mencuri informasi login adalah phishing.

Phishing biasanya dilakukan dengan membuat pesan atau halaman yang terlihat seperti berasal dari layanan resmi.

Misalnya, seseorang menerima pesan:

“Akun Anda akan segera dinonaktifkan. Klik link berikut untuk melakukan verifikasi.”

Pesan tersebut mungkin terlihat meyakinkan.

Namun, link di dalamnya bisa mengarah ke website palsu yang dirancang untuk mencuri username dan password.

Karena itu, sebelum memasukkan informasi login, biasakan untuk memeriksa:

  • Alamat website
  • Nama pengirim
  • Isi pesan
  • Link yang diberikan
  • Apakah permintaan tersebut memang berasal dari layanan resmi

Jangan terburu-buru ketika menerima pesan yang meminta informasi sensitif.

Dari Password ke Passkey

Teknologi keamanan akun juga terus berkembang.

Salah satu inovasi yang semakin banyak digunakan adalah passkey.

Berbeda dengan password yang harus diingat dan diketik, passkey menggunakan metode autentikasi berbasis kriptografi dan dapat dikaitkan dengan perangkat pengguna.

Dalam praktiknya, pengguna dapat melakukan login menggunakan metode seperti:

  • Sidik jari
  • Face recognition
  • PIN perangkat
  • Screen lock

Jadi, pengguna tidak perlu selalu mengetik password ketika masuk ke layanan yang mendukung passkey.

Kenapa Passkey Menarik?

Salah satu kelebihan passkey adalah pengguna tidak perlu membuat dan mengingat password untuk setiap layanan.

Selain lebih praktis, passkey juga dirancang untuk membantu mengurangi risiko serangan phishing karena kredensial kriptografisnya terikat pada layanan atau domain tempat passkey dibuat.

Artinya, pengalaman login bisa menjadi lebih sederhana sekaligus memberikan pendekatan keamanan yang berbeda dari password tradisional.

Namun, passkey bukan berarti pengguna harus langsung meninggalkan password sepenuhnya.

Passkey dan password saat ini masih dapat berjalan berdampingan, tergantung layanan dan perangkat yang digunakan.

Jangan Lupakan Keamanan Email

Ada satu akun yang sering dianggap biasa, padahal sangat penting:

Email.

Email sering menjadi pusat pemulihan berbagai akun digital.

Jika seseorang berhasil mengambil alih email utama, mereka mungkin dapat menggunakan fitur forgot password untuk mendapatkan akses ke akun lain.

Karena itu, keamanan email sebaiknya mendapatkan perhatian ekstra.

Gunakan password unik, aktifkan MFA atau metode autentikasi yang tersedia, dan pastikan alamat email pemulihan serta nomor pemulihan masih berada dalam kendali kamu.

Melindungi email berarti ikut melindungi banyak akun lainnya.

Update Perangkat dan Aplikasi Secara Berkala

Keamanan akun tidak hanya bergantung pada cara kita login.

Perangkat dan aplikasi yang digunakan juga perlu diperbarui.

Update sering kali membawa perbaikan keamanan untuk mengatasi kerentanan yang ditemukan pada software.

Karena itu, jangan terlalu lama menunda update sistem operasi, browser, atau aplikasi penting.

Update bukan cuma soal mendapatkan fitur baru. Terkadang, update juga berarti menutup celah keamanan.

Waspadai Wi-Fi dan Perangkat Bersama

Mengakses akun penting melalui perangkat atau jaringan yang tidak terpercaya juga perlu diperhatikan.

Misalnya ketika menggunakan komputer publik atau perangkat milik orang lain.

Jangan sembarangan menyimpan password atau memilih opsi seperti “Remember Me” pada perangkat yang bukan milik sendiri.

Setelah selesai, pastikan kamu sudah logout.

Untuk jaringan publik, hindari mengakses layanan yang sangat sensitif jika tidak diperlukan, terutama jika kamu tidak yakin dengan keamanan jaringan tersebut.

Keamanan Digital Adalah Kebiasaan

Melindungi akun digital sebenarnya tidak harus rumit.

Mulailah dari beberapa kebiasaan sederhana:

Gunakan password yang kuat dan unik.

Aktifkan MFA jika tersedia.

Pertimbangkan menggunakan passkey.

Jangan sembarangan mengklik link.

Gunakan password manager jika memiliki banyak akun.

Selalu perbarui perangkat dan aplikasi.

Lindungi akun email utama.

Logout dari perangkat yang bukan milik sendiri.

Tidak ada satu metode yang dapat menjamin akun akan selalu aman.

Namun, semakin banyak lapisan perlindungan yang digunakan, semakin sulit bagi pihak yang tidak berwenang untuk mengambil alih akun.

Password Mungkin Belum Hilang, tapi Cara Kita Login Terus Berubah

Dunia digital terus berkembang.

Dulu, kita hanya perlu mengingat satu atau beberapa password. Sekarang, kita memiliki puluhan akun dengan kebutuhan keamanan yang berbeda.

Kemudian muncul MFA, password manager, biometrik, hingga passkey.

Perubahan ini menunjukkan satu hal:

Keamanan digital bukan sesuatu yang selesai dipelajari sekali.

Teknologi akan terus berubah, begitu pula cara kita melindungi identitas digital.

Jadi, jangan tunggu sampai akun diretas untuk mulai memperhatikan keamanannya.

Karena di era digital, akun bukan hanya tempat menyimpan data. Akun adalah bagian dari identitas kita di internet.

Dan melindunginya dimulai dari kebiasaan kecil yang kita lakukan hari ini.

Apakah post ini membantu?

s.id

© 2026